Kamis, 10 Maret 2011

31. MANQOBAH KETIGA PULUH SATU ; SYEKH ABDUL QODIR BERZIARAH KE MAKAM ROSULULLOH SAW DAN MENCIUM TANGAN BELIAU

Pada waktu Syekh Abdul Qodir
berziarah ke pusara Rosululloh
SAW. di Madinah Munawwaroh,
setibanya di Madinah langsung
beliau masuk ke ruang pusara
Rosululloh SAW. yaitu "ruang yang
mulia"(hujroh syarifah).
Selama empat puluh hari beliau
berdiri di hadapan pusara
Rosululloh SAW. Kedua tangannya
diletakkan pada dadanya sambil
bermunajat mengharap rahmat-
Nya, menumpahkan isi hati
nuraninya dengan makna bait
dibawah ini :
ﺫﻧﻮﺑﻲ ﻛﻤﻮﺝ ﺍﻟﺒﺤﺮ ﺑﻞ ﻫﻲ ﺍﻛﺜﺮ
***
ﻛﻤﺜﻞ ﺟﺒﺎﻝ ﺍﻟﺸﻢ ﺑﻞ ﻫﻲ ﺍﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻜﻨﻬﺎ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ﺍﺫﺍ ﻋﻔﺎ
***
ﺟﻨﺎﺡ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻌﻮﺽ ﺑﻞ ﻫﻲ ﺍﺻﻐﺮ
dzunubi kamaujil bahri bal hiya
aktsaru
kamitslil jibalis Syummi bal hiya
akbaru
walakinnaha 'indal karimi idza
'afaa
janahum minal bu'uudhi bal hiya
ashghoru
Besar dosaku seperti gulungan
ombak dilaut bahkan lebih banyak
tinggi setinggi puncak gunung
syam
bahkan lebih tinggi lagi
namun bila daku Kau ampuni
ringan dosaku seringan sayap
nyamuk
kecil bahkan sekecil amat sangat
Lalu beliau meneruskan munajat
pengharapannya dengan bait
dibawah ini
ﻓﻲ ﺣﺎﻟﺔ ﺍﻟﺒﻌﺪ ﺭﻭ ﺣﻲ ﻛﻨﺖ ﺍﺭﺳﻠﻬﺎ
***
ﺗﻘﺒﻞ ﺍﻻﺭﺽ ﻋﻨﻲ ﻭ ﻫﻲ ﻧﺎﺋﺒﺘﻲ
ﻭﻫﺬﻩ ﻧﻮﺑﺔ ﺍﻻﺷﺒﺎﺡ ﻗﺪﺣﻀﺮﺕ
***
ﻓﺎﻣﺪﺩ ﻳﻤﻴﻨﻚ ﻛﻲ ﺗﺤﻈﻰ ﺑﻪ ﺷﻔﺘﻲ
fii halatil bu'di ruuhii kuntu
ursiluhaa
tuqobbilul ardho 'anni wahya
naibaatii
wahadzihi naubatul asybaahi qod
hadhorot famdud yamiinaka kai
tuhzho bihaa syafatii
kala jauh dari kekasih
kuutus roh pengganti diri
ulurkan tanganmu kini kasih
kan kukecup sepuas hati
untuk terima syafaat kekasih
Selesai beliau meluapkan isi hati
nuraninya, tangan Rosululloh SAW.
yang mulia terulur keluar lalu
dipegang, diciumnya sepuas hati,
dan diletakkan pada ubun-ubun
kepala Syekh.
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻧﺸﺮ ﻋﻠﻴﻪ ﺭﺣﻤﺔ ﻭﺭﺿﻮﺍﻧﺎ ***
ﻭﺀﻣﺪﻧﺎ ﺑﺎﺳﺮﺭﻩ ﻓﻰ ﻛﻞ ﻭﻗﺖ ﻭﻣﻜﺎﻥ
Allohummansyur 'alaihi rohmatau
waridhwana waamiddana bi
asrorihi fii kulli waqtiu
wamakaan.

Jumat, 04 Maret 2011

29. MANQOBAH KEDUA PULUH SEMBILAN

Ulama Baghdad meriwayatkan,
bahwa di Baghdad ada seorang
ulama', seusai sholat Jum'at
berangkatlah ia diiringi para
santri-santrinya berziarah ke
pemakaman. Ditengah perjalanan
ia menemukan seekor ular hitam
yang sedang melata. Dipukulnya
ular itu dengan tongkat sampai
mati. Setelah ular dibunuh
langsung saja alam sekitar daerah
itu diliputi kabut kelam dan
menjadi gelap.
Para santrinya tambah terkejut
karena gurunya mendadak hilang.
Mereka berusaha mencari ditiap-
tiap tempat namun tidak
ditemukan. Tiba-tiba gurunya
muncul kembali dengan pakaian
serba baru. Mereka heran, dan
segera menghampiri gurunya
sambil menanyakan kejadian yang
dialaminya.
Kemudian diceritakannya bahwa
asal kejadian itu begini
permulaannya "Tadi waktu cuaca
gelap, aku dibawa oleh Jin
menuju sebuah pulau. Lalu aku
dibawa menyelam kedasar laut
menuju suatu daerah kerajaan jin,
dan aku dihadapkan kepada sang
raja jin.
Pada waktu aku bertemu, ia
sedang berdiri diatas singgasan
mahligai kerajaannya.
Dihadapannya membujur sesosok
mayat diatas panca persada yang
sangat indah bentuknya. Kepala
mayat itu pecah, darah mengalir
dari tubuhnya. Sejurus kemudian
sang raja jin bertanya kepada
pengawalnya yang membawa
aku, "Siapa orang yang kau bawa
itu?" Para pengawalnya
menjawab : "Inilah orang yang
telah membunuh putera tuanku
raja". Lalu raja jin menatap tajam
padaku dengan muka marah.
Wajahnya merah padam, dengan
geramnya raja jin menghardikku,
"Mengapa kamu membunuh
anakku yang tidak berdosa?
Bukankah kamu lebih tahu
tentang dosanya membunuh,
padahal kamu katanya seorang
ulama' yang mengetahui masalah-
masalah hukum?!" Dia berkata
dengan suara lantang muka
berang menakutkan.
Segera aku menjawab menolak
tuduhan itu :"Perkara membunuh
anakmu aku tolak, apalagi yang
namanya membunuh, bertemu
mukapun aku belum pernah."
Raja jin menjawab :"Kamu tidak
bisa menolak, ini buktinya, para
saksinya juga banyak!" Lalu
dengan tegas tuduhan itu
kusanggah :"Tidak, tidak bisa,
semuanya bohong, itu fitnah
semata!" Para saksi jin
mengusulkan supaya raja
memeriksa darah yang melekat
diujung tongkatnya. Lalu sang
raja bertanya "Itu darah apa yang
ada ditongkatmu?" Aku
menjawab "Darah ini bekas
cipratan darah ular yang
kubunuh." Raja jin berkata
dengan geramnya " Kamu
manusia yang paling bodoh!
Kalau kamu tidak tahu ular itu
anakku!" Dikala itu, aku bingung
tidak bisa menjawab lagi,
sehingga aku pusing, bumi dan
langit terasa sempit karena sulit
mencari jalan pemecahannya, raja
jin melirik kepada seorang hakim
selaku aparatnya seraya berkata
"Manusia ini sudah mengakui
kesalahannya, ia telah membunuh
anakku, kamu harus segera
memutuskan hukumannya yaitu
ia harus dibunuh!" Setelah jatuh
keputusan, aku diserahkan
kepada seorang algojo. Pada
waktu kepalaku akan dipancung,
algojo sedang mengayunkan
pedangnya kearah leherku, tiba-
tiba muncul seorang laki-laki
tampan bercahaya sambil
berseru : "Berhenti! Sekali-kali
jangan kau bunuh orang ini, ia
murid Syekh Abdul Qodir" sambil
matanya menatap raja jin dengan
sorotan tajam. Lalu ia berkata :
"Coba apa jawabanmu kepada
Syekh kalau beliau marah padamu
karena membunuh muridnya?"
Raja jin melirik ke arahku sambil
berkata "Karena aku
menghormati dan memuliakan
Syekh, dosamu yang begitu besar
kuampuni, dan kamu bebas dari
hukuman! Tetapi sebelum kau
pulang, kamu harus jadi imam
sholat umtuk
menyembahyangkan mayat
anakku almarhum dan bacakan
istighfar mohon diampuni
dosanya. Setelah selesai
menyembahyangkan, pada waktu
pulang aku diberi hadiah pakaian
bagus dan diantarkan ketempat
semula tadi".
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻧﺸﺮ ﻋﻠﻴﻪ ﺭﺣﻤﺔ ﻭﺭﺿﻮﺍﻧﺎ ***
ﻭﺀﻣﺪﻧﺎ ﺑﺎﺳﺮﺭﻩ ﻓﻰ ﻛﻞ ﻭﻗﺖ ﻭﻣﻜﺎﻥ
Allohummansyur 'alaihi rohmatau
waridhwana waamiddana bi
asrorihi fii kulli waqtiu
wamakaan.

Sabtu, 15 Januari 2011

26. MANQOBAH KEDUAPULUH ENAM ; ANJING PENJAGA ISTAL SYEKH ABDUL QODIR MEMBUNUH SEEKOR HARIMAU

Diriwayatkan, bahwa Syekh Ahmad Zandah bila berkunjung bersilaturrohmi kepada para waliyulloh, ia selalu menunggang seekor harimau, dan bagi pribumi yang dikunjunginya harus menyediakan seekor sapi untuk pangan harimaunya.

Pada waktu ia berkunjung kepada Syekh Abdul Qodir, dimintanya seekor sapi yang digunakan sebagai penarik timba air setiap harinya, karena kebetulan sapi itu yang dilihatnya.

Sementara harimau sedang mengintai sapi yang menjadi mangsanya, tidak diketahui sebelumnya bahwa disitu ada seekor anjing galak penjaga istal kuda kepunyaan Syekh, tiba-tiba anjing itu menyerang, menerkam harimau dan digigitnya hingga mati. Ahmad Zandah terkejut, timbul perasaan malu pada dirinya, dengan merendahkan diri dan sikap hormat segera ia menghadap Syekh lalu mencium tangan beliau.

اللهم انشر عليه رحمة ورضوانا *** وءمدنا باسرره فى كل وقت ومكان

Allohummansyur 'alaihi rohmatau waridhwana waamiddana bi asrorihi fii kulli waqtiu wamakaan.

25. MANQOBAH KEDUA PULUH LIMA ; TULANG BELULANG AYAM HIDUP KEMBALI BERKAT KAROMAH SYEKH ABDUL QODIR

Diriwayatkan, ada seorang perempuan datang menghadap Syekh Abdul Qodir mengantarkan anaknya untuk berguru pada Syekh, untuk mempelajari ilmu suluk, Syekh memerintahkan agar si anak harus belajar dengan tekun mengikuti cara-cara orang salaf dan ditempatkan diruang kholwat.

Beberapa hari kemudian si ibu selaku orangtua murid datang menengok anaknya dan dilihat tubuh anaknya itu menjadi kurus, makannya hanya roti kering dan gandum. Si ibu kemudian masuk keruang Syekh dan melihat dihadapannya tulang-tulang sisa makanan daging ayam yang sudah bersih. Ibu itu berkata :"Menurut penglihatan saya Tuan Syekh makan dengan makanan yang serba enak. Sedang anak saya badannya kurus karena makanannya hanya bubur gandum dan roti kering, untuk hal itu apa maknanya sehingga ada perbedaan?"

Mendengar pertanyaan itu lalu Syekh meletakkan tangannya diatas tulang-belulang ayam sambil bekata :
قومي باذن الله تعالى الذي يحي العظام وهي رميم
QUUMII BI IDZNILLAHI TA'ALA ALLADZI YUHYIL 'IDZOMA WA HIYA ROMIIM (berdirilah dengan idzin Alloh yang menghidupkan tulang belulang yang sudah hancur). Lalu berdirilah tulang-belulang itu menjadi ayam kembali sambil berkokok :
لا اله الا الله محمد رسول الله الشيخ عبد القادر ولي الله
(Tidak ada Tuhan selain Alloh, Muhammad utusan Alloh, Syekh Abdul Qodir kekasih Alloh).

Syekh berkata pula kepada orang tua anak itu : "Kalau anakmu dapat berbuat seperti ini, maka ia boleh makan seenaknya asal yang halal". Ibu itu merasa malu oleh Syekh dan mohon maaf atas prasangka yang buruk. Dengan keyakinan yang bulat, ibu itu menyerahkan anaknya kepada Syekh untuk dididik.

اللهم انشر عليه رحمة ورضوانا *** وءمدنا باسرره فى كل وقت ومكان

Allohummansyur 'alaihi rohmatau waridhwana waamiddana bi asrorihi fii kulli waqtiu wamakaan.

24. MANQOBAH KEDUA PULUH EMPAT ; MASYARAKAT YANG MENDERITA PENYAKIT THO'UN/KOLERA SEMBUH DENGAN RUMPUT DAN AIR MADROSAH SYEKH...

Para ulama meriwayatkan, pernah terjadi pada zaman Syekh Abdul Qodir telah berjangkit wabah penyakit tho'un / kolera sehingga ratusan ribu orang yang meninggal dunia.

Berduyun-duyun masyarakat datang minta pertolongan kepada Syekh, beliau mengumukan kepada masyarakat : "Barang siapa yang memakan rerumputan yang tumbuh disekitar madrosahku Alloh akan menyembuhkan penyakit yang diderita masyarakat". Karena terlalu banyak yang sakit dan rerumputan sebagai obat penangkal tidak cukup malah sudah habis, lalu Syekh mengumumkan lagi : "Barang siapa yang meminum air madrosahku akan disembuhkan Alloh SWT."

Mendengar pengumuman itu, para penderita penyakit, mereka beramai-ramai minum air yang ada disekitar madrosah Syaikh, seketika itu juga mereka menjadi sembuh kembali, sehat wal'afiat. Penyakit tho'un yang mengganas segera lenyap.

اللهم انشر عليه رحمة ورضوانا *** وءمدنا باسرره فى كل وقت ومكان

Allohummansyur 'alaihi rohmatau waridhwana waamiddana bi asrorihi fii kulli waqtiu wamakaan.

23. MANQOBAH YANG KEDUA PULUH TIGA ; SYEKH ABDUL QODIR MENERIMA MAKANAN YANG TURUN DARI LANGIT

Diriwayatkan, pada waktu Syekh Abdul Qodir sedang berkhalwat selama empat puluh hari lamanya, beliau bermaksud demgan niat yang kuat, yaitu tidak akan minum dan makan berupa makanan dunia, terkecuali kalau makanan itu turun dari langit, dan air untuk minum pada waktu berbuka puasa.

Tinggal dua puluh hari lagi menuju hari yang keempat puluh, terbukalah langit-langit atap rumahnya. Dikala itu datang seorang laki-laki membawa wadah tempat buah-buahan yang dipegang dengan kedua belah tangannya yang berisikan aneka ragam buah-buahan yang langka adanya, rupanya bagus serta mengagumkan mata. Lalu dihidangkan kepada Syekh, beliau berkata : "Ini makanan dari mana?" Sang pembawa tadi menjawab :"Ini dari alam malakut dan jamuan ini untuk Syekh". Syekh menjawab : "Jauhkan wadah itu dari pandanganku, karena emas dan perak diharamkan oleh Rosululloh SAW". kemudian wadah yang terbuat dari emas dan perak itu dibawa kembali.

Pada waktu akan berbuka puasa datang berkunjung malaikat sambil berkata : "Wahai Abdul Qodir, ini jamuan dari Alloh SWT". Disodorkan baki yang penuh diisi makanan, lalu beliau terima dan beliau makan bersama-sama dengan para pelayannya.



اللهم انشر عليه رحمة ورضوانا *** وءمدنا باسرره فى كل وقت ومكان

Allohummansyur 'alaihi rohmatau waridhwana waamiddana bi asrorihi fii kulli waqtiu wamakaan.

22. MANQOBAH KE DUA PULUH DUA ; SYEKH ABDUL QODIR TIAP TAHUN MEMBEBASKAN HAMBA SAHAYA DARI PERBUDAKAN, SERTA NILAI BUSANA (PA...

Pada sebagian kitab manaqib meriwayatkan bahwa Syekh Abdul Qodir tiap hari raya sudah menjadi tradisi beliau membeli beberapa hamba sahaya untu dimerdekakan dari belenggu perbudakan. Setelah dimerdekakan demi membina kemantapan lebih lanjut Syekh mewusulkan mereka kepada Alloh SWT.

Syekh Abdul Qodir bila berpakaian beliau memakai pakaian yang serba indah, bagus dan mahal harganya. Nilai kainnya harga perkilonya (0, 6888 M) seharga 10 dinar, dan tutup kepalanya seharga 70 ribu dinar. Terompahnya untuk alas kaki yang beliau pakai bertaburan intan berlian dan jamrud. Paku terompahnya terbuat dari perak, namun pakaian yang serba mewah dan indah itu bila ada orang yang memerlukannya saat itu juga beliau berikan.



اللهم انشر عليه رحمة ورضوانا *** وءمدنا باسرره فى كل وقت ومكان

Allohummansyur 'alaihi rohmatau waridhwana waamiddana bi asrorihi fii kulli waqtiu wamakaan.